Blog
Blog·16 Juni 2026

Kisah Inspiratif: Dari Putus Sekolah hingga Lolos SNBT ke Universitas Negeri

Inspirasi dari Rina Amelia, alumni PKBM Lentera Ilmu yang lolos SNBT ke Universitas Padjadjaran setelah putus sekolah. Kisah perjuangan pendidikan.

Nama Lengkap: Rina Amelia Putri (19 tahun), warga Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Mungkin namanya belum setenar artis atau selebgram, namun kisah perjuangannya dalam menempuh pendidikan layak menjadi inspirasi bagi ribuan anak muda Indonesia yang merasa putus asa karena harus putus sekolah di tengah jalan. Rina adalah salah satu dari 45 peserta didik PKBM Lentera Ilmu yang berhasil lulus Paket C tahun 2025 dan diterima di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (UNPAD) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Kisahnya menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri ternama.

Perjalanan Panjang Meraih Mimpi

Rina terpaksa berhenti bersekolah saat duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 1 Cibinong pada tahun 2021 akibat keterbatasan biaya. Ayahnya yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibunya yang hanya lulusan SD tidak mampu membiayai sekolah Rina dan kedua adiknya secara bersamaan. Setiap hari Rina harus menyaksikan teman-teman sekelasnya melanjutkan pelajaran sementara ia harus tinggal di rumah dan membantu ibunya berjualan gorengan di pinggir jalan. "Waktu itu saya merasa dunia runtuh. Saya harus melihat teman-teman saya lanjut sekolah sementara saya harus tinggal di rumah membantu ibu berjualan gorengan di pinggir jalan. Rasanya pahit sekali," kenang Rina saat ditemui tim redaksi PKBM Lentera Ilmu di sela-sela persiapannya memasuki masa orientasi kampus.

Selama hampir dua tahun vakum dari dunia pendidikan, Rina tidak pernah berhenti bermimpi untuk bisa melanjutkan sekolah. Ia rajin membaca buku-buku bekas yang dibelinya dari tukang loak dan belajar secara otodidak melalui video pembelajaran di YouTube. Rina juga sering meminjam buku pelajaran bekas dari adik kelasnya yang masih bersekolah. Kegigihannya dalam belajar meskipun tanpa bimbingan guru menunjukkan tekad yang kuat untuk tidak membiarkan keterbatasan ekonomi menghentikan mimpinya. Hingga pada awal tahun 2024, seorang tetangga memberitahunya tentang keberadaan PKBM Lentera Ilmu yang menyelenggarakan program Paket C dengan biaya terjangkau dan sistem pembelajaran yang fleksibel.

Belajar Keras di PKBM Lentera Ilmu

Rina mendaftar di PKBM Lentera Ilmu pada bulan Januari 2024 dan langsung bergabung dengan kelas Paket C. "Dari hari pertama saya sudah merasa diterima. Tutornya sabar dan teman-temannya suportif. Tidak ada yang namanya bully atau merasa lebih pintar. Kami semua sama-sama berjuang untuk memperbaiki masa depan," ujar Rina. Selama mengikuti pembelajaran, Rina dikenal sebagai salah satu peserta didik yang paling rajin dan disiplin. Ia tidak pernah absen dan selalu mengerjakan tugas tepat waktu. Rina juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler seperti kelompok diskusi dan klub literasi yang diselenggarakan oleh PKBM Lentera Ilmu.

Guru tutor PKBM Lentera Ilmu, Bapak Asep Saefuloh, S.Pd., yang mengampu mata pelajaran Matematika, menceritakan pengalamannya mengajar Rina. "Saya ingat betul, Rina selalu duduk di barisan paling depan dan tidak segan bertanya jika ada materi yang kurang dipahami. Nilai Matematikanya selalu di atas 90 dan dia sering membantu teman-temannya yang kesulitan. Saya yakin sejak awal bahwa Rina punya potensi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi," ungkap Bapak Asep. Menurutnya, Rina memiliki cara belajar yang unik, yaitu dengan membuat catatan rangkuman dalam bentuk mind map yang memudahkannya memahami materi pelajaran yang kompleks.

SNBT dan Penerimaan di UNPAD

Setelah lulus Paket C pada bulan Agustus 2025 dengan nilai rata-rata 95,25, Rina mulai serius mempersiapkan diri mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri. Ia mengikuti bimbingan belajar gratis yang diselenggarakan oleh PKBM Lentera Ilmu bekerja sama dengan Relawan Pendidikan Kabupaten Bogor. Selama enam bulan Rina belajar rata-rata 10 jam per hari, membagi waktunya antara membantu ibunya berjualan dan belajar untuk SNBT. Rina juga bergabung dengan grup belajar online dan mengikuti try out daring yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga bimbingan belajar.

Pengumuman SNBT yang dirilis pada bulan Maret 2026 menjadi momen yang tidak akan pernah dilupakan Rina. "Saya ngecek pengumuman di HP teman karena HP saya yang lama tidak bisa buka internet. Waktu itu tangan saya gemetar. Begitu melihat tulisan 'Selamat, Anda dinyatakan lolos seleksi', saya langsung nangis. Saya telepon ibu yang lagi jualan, ibu juga nangis di telepon. Itu adalah telepon paling mengharukan dalam hidup saya," cerita Rina sambil tersenyum. Rina diterima di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran dan berencana mengambil konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia.

Pesan untuk Anak Muda Indonesia

Rina berpesan kepada anak-anak muda Indonesia yang mungkin mengalami situasi serupa dengannya untuk tidak pernah menyerah pada keadaan. "Keterbatasan ekonomi bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Saat ini ada banyak lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM yang siap membantu. Jangan malu untuk memulai lagi dari awal karena setiap orang berhak mendapatkan pendidikan yang layak," tutup Rina. Ia juga berencana untuk menjadi relawan pengajar di PKBM Lentera Ilmu selama liburan kampus sebagai bentuk balas budi kepada lembaga yang telah membantunya meraih mimpi. PKBM Lentera Ilmu bangga memiliki alumni seperti Rina dan berkomitmen untuk terus mendampingi peserta didik dalam meraih cita-cita setinggi langit.

← Kembali ke Blog